Bab 4 Elastisitas Pendapatan dan Silang
Elastisitas Pendapatan dan Elastisitas Silang
- Elastisitas Pendapatan
Elastisitas pendapatan atau yang disebut juga dengan income elasticity adalah tingkat perubahan respon yang merujuk pada
permintaan suatu barang (X) akibat perubahan pendapatan konsumen; baik menjadi
lebih tinggi atau lebih rendah.
Ketika pendapatan konsumen meningkat, biasanya permintaan barang-barang tertentu akan ikut meningkat juga. Pasalnya, dengan pendapatan yang lebih banyak, maka semakin banyak pula uang yang digunakan untuk belanja.
- Rumus Elastisitas Pendapatan
- Fungsi Elastisitas Pendapatan
1.
Dapat digunakan untuk menyesuaikan anggaran belanja suatu negara.
2.
Untuk menyesuaikan jumlah barang yang dibutuhkan.
3.
Permintaan jenis barang.
4.
Dapat mengetahui seberapa besar permintaan barang yang dibutuhkan pasar.
- Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Pendapatan
1.
Selera Konsumen.
Preferensi mereka bahkan bisa mengubah interpretasinya. Bisa saja
peningkatan barang mewah lebih tinggi ketimbang inferior meski pendapatan
terbatas. Barang inferior dikenal memiliki kualitas rendah dan harga murah.
2.
Harga Barang Substitusi.
Bilamana barang pengganti tersebut dapat menggantikan fungsi barang
lainnya dengan sempurna.
3.
Harga Jual Barang.
Harga jual barang tentu memiliki pengaruh yang besar pada elastisitas
pendapatan. Apalagi bila proporsi barang tersebut terbatas dan merupakan barang
kebutuhan pokok tentu saja akan mempengaruhi harga jualnya juga.
4.
Harga Barang Pelengkap.
Penggunaanya harus bersamaan agar bisa digunakan. Bila barang tersebut berdiri sendiri maka tidak bisa digunakan.
- Elastisitas Silang
Elastisitas silang (cross elasticity) atau elastisitas harga silang (cross price elasticity) adalah tingkat perubahan respon yang merujuk pada permintaan suatu barang (X) akibat perubahan harga barang lain yang mendukungnya (Y); seperti barang substitusi (pengganti) atau pelengkap.
- Rumus Elastisitas Silang
- Ada 3 jenis elastisitas silang yang terbentuk berdasarkan hasil yang didapat dari perhitungannya, yaitu
1.
Barang
pengganti atau substitusi merupakan jenis elastisitas
silang yang positif (EXY > 0), di mana barang X dan Y merupakan barang yang
memiliki peran atau fungsi yang sama sehingga dapat menggantikan (alternatif)
satu sama lain ketika salah satunya mengalami kenaikan harga.
2.
Barang pelengkap atau komplementer yang merupakan elastisitas silang negatif (EXY
< 0), di mana barang X merupakan barang yang berfungsi untuk melengkapi
barang Y. Saat harga barang Y naik, maka permintaan barang Y akan menurun.
Sehingga, permintaan akan barang X juga menurun.
3.
Barang yang
tidak terkait (EXY = 0). Seperti namanya, elastisitas
silang ini ditujukan bagi dua barang yang sama sekali tidak terkait satu sama
lain. Kenaikan harga barang X tidak akan memengaruhi permintaan barang Y.


Komentar
Posting Komentar